Sekilas Info Tentang UNBK

 Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang sering dikenal dengan UNBKmerupakan salah satu bentuk Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan di Indonesia dengan sistem pengerjaannya menggunakan seperangkat komputer. Awal berlakunya UNBK yaitu pada tahun 2015 atau Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015. Namun tidak semua sekolah yang mengikutinya. Boleh dikatakan tahun 2015 ini merupakan tahun ujicoba UNBK yang diselenggarakan oleh Kemdikbud dan diikuti oleh SMA dan SMK saja.

 

Tahun 2016 UNBK sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah kota dan bisa dikatakan sekolah favorit atau sekolah yang memang mau mengikuti UNBK. Di tahun 2016 tahun pelajaran 2015/2006 tidak hanya SMA dan SMK saja yang mengikuti UNBK namun SMP juga sudah mulai turut mengikuti UNBK di tahun 2016 namun jumlahnya tidak banyak. Kita ambil contoh pada kabupaten Jember sekolah pelaksana UNBK tingkat SMA hanya 6 sekolah dan SMP hanya 3 sekolah.

 

Sehingga dapat dikatakan ada dua sistem Ujian Nasional yang sedang berlangsung di Indonesia pada tahun 2015 hingga 2016 yakni Ujian Nasional Paper Base Test (PBT) danComputer Base Test (CBT) atau dikalangan masyarakat dikenal dengan istilah UN kertas dan UNBK. Dua sistem UN berbeda berjalan di Indonesia dan khususnya pada tingkat SMA, MA dan SMK hasil UN PBT dan CBT dianggap sama bobotnya saat mendaftar ke SNMPTN atau perguruan tinggi.

 

Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah nilai hasil Ujian Nasional yang menggunakan UNBK justru turun bahkan terjun bebas dibandingkan tahun lalu yang menggunakan PBT dengan mengesampingkan UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Dan ini tampak pada hsil UN tahun lalu yang menggunakan PBT hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan UNBK. Bagaimana dengan UNBK tahun 2017? Semoga saja hasilnya semakin baik karena tentunya sekolah-sekolah peserta UNBK sudah memikirkan teknik-teknik untuk menghadapi UNBK 2017.


|Baca Juga : Cara Melihat Rapor dan Peringkat Sekolah Menggunakan Hasil Ujian Nasioanal 2016
 

Persiapan UNBK

Pada dasarnya untuk persiapan awal UNBK adalah sekolah mendaftar sebagai sekolah pelaksana atau peserta UNBK ke Dinas Pendidikan Kab./Kota setempat atau ke sekolah yang ditunjuk sebagai koordinator UNBK oleh Provinsi. Proses pendaftaran ini bertujuan untuk mendapatkan akun peserta UNBK guna mengakses web resmi UNBK dari Kemdikbud yaitu www.ubk.kemdikbud.web.id.

 

Berikut adalah beberapa persiapan sekolah peserta atau pelaksana UNBK yang harus dilakukan:

  1. Mendaftar ke Dinas Pendidikan Kab./Kota setempat atau ke sekolah yang ditunjuk sebagai koordinator UNBK oleh Provinsi.
  2. Login ke halaman resmi UNBK www.ubk.kemdikbud.go.id. Kemudian isi semua data sesuai kondisi sekolah.
  3. Persiapan perangkat komputer dan ruang Lab. UNBK, dalam hal ini tiap ruang Lab. UNBK berisi maksimal 40 peserta.
  4. Upload data peserta UNBK per ruang lengkap dengan pengaturan sesi ujian. Dalam hal ini tiap ruang Lab. UNBK memiliki 3 sesi ujian dalam satu hari.
  5. Ikuti semua perkembangan Informasi UNBK di laman resmi ubk.kemdikbud.go.id

Pengaturan Ruang Lab. UNBK

Gambaran umum mengenai pengaturan Lab. UNBK ialah jumlah unit komputer client, jumlah peserta per sesi, dan jumlah server lokal UNBK. Dalam pelaksanaan UNBK beberapa hal yang perlu diketahui terkait pengaturan Lab. UNBK adalah :

  1. Jumlah peserta per ruang atau per sesi adalah maksimal 40 siswa dimana dalam satu ruangan beda jurusan tidak masalah, semisal tingkat SMA dalam satu ruangan Lab. UNBK terdapat peserta jurusan IPA dan IPS, maka ini tidak menjadi masalah. Maka didalam Lab. UNBK tersebut terdapat 40 unit komputer client (peserta) dan 3 cadangan serta 1 server lokal UNBK. Sehingga dalam satu Lab. UNBK terdapat 44 unit komputer.
  2. Peserta yang sudah terdaftar dalam 1 ruang Lab. UNBK maka tidak akan bisa mengerjakan ujian di ruang Lab. UNBK yang lainnya. Contoh: Dalam satu sekolah jumlah siswa peserta UNBK adalah 260 siswa dan menggunakan 3 laboratorium UNBK dengan pengaturan 30-30-27 dikalikan 3 sesi. Maka Lab. UNBK 1 : 30 peserta, Lab. UNBK 2 : 30 peserta, dan Lab. UNBK 3: 27 peserta persesinya. Siswa yang terdaftar di Lab. UNBK 1 tidak dapat mengerjakan di Lab. UNBK 2 atau 3 karena setiap server Lab. UNBK sudah berisi daftar peserta UNBK yang sudah didaftarkan oleh sekolah ke pusat.
  3. Jika tiba-tiba terjadi kerusakan komputer peserta, maka peserta dapat melanjutkan kembali ujiannya menggunakan komputer cadangan yang berada dalam satu Lab. UNBK tempat peserta terdaftar ujian. Secara otomatis pekerjaan siswa sebelumnya akan tersimpan di server local Lab. UNBK dan ketika siswa login kembali maka siswa mendapatkan paket soal yang sama dan jawaban sudah tersimpan (tidak mengerjakan dari awal).
  4. Pelakasanan UNBK menggunakan sistem semi online. Server pusat terhubung dengan server local UNBK dengan internet kemudian server locak UNBK akan membagikan soal dan menyimpan hasil ujian siswa secara offline.
  5. Hubungan jaringan antara Server pusat - Server local UNBK - Komputer client (peserta). Jika pada suatu sekolah pelaksanan UNBK terdapat 3 ruang Lab. UNBK maka sekolah harus memiliki 4 server local. 3 server utama dan 1 server cadangan. Perhatikan penjelasan berikut ini:

    A. Jaringan komputer yang dibuat pada tiap Lab. UNBK adalah jaringan local saja. Dengan syarat client dapat terhubung dengan server local UNBK di satu ruang saja. Antar ruang Lab. UNBK tidak saling terhubung atau berdiri sendiri.

    B. Komputer client tidak terhubung dengan internet.

    C. Server local UNBK memiliki 2 LAN Card, satu untuk koneksi internet dan satu lagi untuk jaringan local. Sehingga server local UNBK terhubung dengan internet dan terhubung dengan client secara local saja, dimana setiap ruang, jaringan localnya berdiri sendiri atau tidak saling terhubung.

 

 

Perangkat Keras (Hardware) Lab. UNBK

  • Server local UNBK - Server local UNBK bisa menggunakan komputer desktop (rakitan) atau Build Up. Sistem operasi yang digunakan adalah under windows, bisa menggunakan Windows 7 64, Windows 8 64 atau Windows 10 64. Contoh dalam pengalamannya sebagai peserta pelaksana UNBK tahun 2016 SMA Negeri 4 Jember menggunakan spesifikasi Server sebagai berikut :

    1. Processor Core i5

    2. Memory RAM 16 Gb

    3. VGA Card 1 Gb

    4. LAN Card

    5. Casing 600Va

    6. Sistem Operasi Window 7 Ultimate 64

  • Client (Komputer Peserta) - Pada komputer client bisa menggunakan spesifikasi apa saja bebas yang penting komputernya tidak lemot atau lambat dalam mengakses aplikasi terutama aplikasi browser (wajib Chrome).
  • Jaringan Komputer - Jaringan komputer local tiap ruang Lab. UNBK terpisah atau berdiri sendiri-sendiri. Alangkah baik dan amannya menggunakan jaringan kabel UTP jangan menggunakan jaringan Wireless. Untuk jaringan internet yang terhubung ke tiap-tiap server local UNBK alangkah baiknya langsung terbagi melalui hub.switch pada modem internet, hal ini dijamin aman berdasarkan pengalaman sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan UNBK.

|Baca Juga : Cara Mengganti VHD Baru Pada Satu Server UNBK Tanpa Menghapus VHD Lama (Khusus bagi server yang digabung oleh sekolah lain)

 

Perangkat Lunak (Aplikasi UNBK)

 

  • Server Local UNBK - Pada serve local, aplikasi yang mengolah UNBK yaitu menggunakan aplikasi yang dijalankan melalui Virtual Machine (Oracle VM VirtualBox). Dari Virtual Machine inilah kita akan membuat server UNBK. Kemudian panitia pusat akan menyediakan sebuah paket file yang disebut dengan VHD, CBT Starter dan CBT Sync. Melaui CBT Sync inilah Aplikasi UNBK dapat dijalankan melalui Virtual Machine.
  • Komputer Client - Pada komputer client yang terpenting aplikasi yang harus tersinstal adalah browser Chrome. Karena aplikasi yang digunakan pada client adalah ExamBrowser.

 

 

Personal UNBK

Dalam pelaksanaan UNBK pada dasarnya yang mempersiapkan dan memastikan kesiapan Lab. UNBK adalah proktor dan teknisi. Setiap sekolah pelaksana UNBK memiliki seorang proktor dan seorang teknisi utama. Ini merupakan standar dan ketentuan dari panitia pelaksana UNBK.

 

Proktor tugas sebenarnya hampir dikatakan seperti operator server. Dalam hal ini melakukan sinkronisasi dengan server pusat, melakukan instalasi aplikasi UNBK, melakukan rilis token ujian ke peserta, download soal dan upload hasil ujian siswa dan pelaporan pelaksanaan UNBK persesinya.

 

Sedangkan teknisi tugasnya adalah mempersiapkan perangkat-perangkat komputer Lab. UNBK, mulai dari instalasi client, server local UNBK, jaringan local, maintenance (perbaikan) komputer, sampai pada mempersiapkan komputer client sebelum UN dimulai.

Komentar